Update Berita:

Kultwit @SalimAFillah: Menasehati Diri

Salim A. Fillah
Muwajih Nasional DPP PKS
Pembina Majelis Jejak Nabi Masjid Jogokariyan Jogja

  1. Di antara sikap terbaik: LAPANG HATI menerima yang tak terubah, BERANI BERTINDAK pada yang bisa diubah, & BIJAK membedakan keduanya.#NtMS

  2. Mendahulukan memahami sesama itu melelahkan jiwa; tapi siapa yang ahli mengasahnya, kan dihadiahi cinta & doa-doa; jelita, rahasia. #NtMS

  3. Galau yang membuat berdzikir. Damai yang membuat berfikir. Tafakkur yang membuat tak kikir. Semuanya indah.. #NtMS

  4. Tingkat kebutuhan kita terhadap nasehat, seringkali berbanding terbalik dengan rasa suka hati terhadapnya. #NtMS

  5. Kadang kita fasih bicara; tapi gagap beramal. Maka bakda iman & 'amal shalih; hidup saling mendoa & mengingatkan itu jelita. #NtMS

  6. Iman menuntunmu menasehati kawan yang keliru. Tapi syaithan membisikkan cara penyampaian yang membuat kalian kian jauh dari kebenaran.#NtMS

  7. Satu kata bisa menampung apa saja; putus asa, kesombongan, ketamakan, dengki, & penganiayaan. Semua itu tercatat & berakibat. #NtMS

  8. Allah menyayangi orang yang menginsyafi kadar dirinya; tak bicara & berperilaku melampaui ilmu & 'amal yang dimampuinya. #NtMS

  9. Keterkejutan kelak bagi hamba yang ceroboh bicara; sebab kata yang dia anggap biasa, bisa saja menelungkupkan ke neraka. #NtMS

  10. Orang berilmu menjaga lisannya karena Allah; jika takjub pada bicaranya, dia diam; jika takjub pada diamnya, dia berbicara. -Adz Dzahabi-

  11. Terasa lelah yang amat memayahkan; ketika banyak membicarakan kebaikan; tapi sedikit sekali diri memperbuatnya. #NtMS

  12. Para pengenal Allah menyesali ketak-sempurnaan 'amalnya; para tertipu membanggakan sempurnanya balasan 'amal di dunia. #NtMS

  13. Mengukur keberhasilan ibadah kala di dunia agaknya musykil; sebab Ayyub AS hancur kebun & ternaknya bukan karena kurang sedekah. #NtMS

  14. Jika lelah bersabar; mari bersyukur. Jika lelah berfikir; mari berdzikir.#NtMS

Aboe Bakar: Pembacokan Sistoyo Bentuk Kekecewaan Masyarakat

Jakarta - Aksi pembacokan terhadap jaksa nonaktif Sistoyo oleh Dedi Sugarda (DS), Rabu (29/2/2012) membuktikan adanya kekecewaan masyarakat atas para koruptor dan pembela koruptor.

"Saya melihat rakyat sudah frustasi, makanya mereka melakukan tindakan main hakim sendiri. DS (pelaku) sepertinya memiliki dendam kesumat dengan para koruptor, makanya dia menyerang Jaksa Sistoyo yang dia anggap sebagai penghianat negara," ujar Anggota Komisi III dari FPKS Aboe Bakar Alhabsyi saat dihubungi, Kamis (1/3/2012).

Aboe Bakar menilai, kejadian pembacokan ini harus menjadi peringatan bagi para koruptor dan penegak hukum yang menerima suap dari koruptor. Pasalnya dengan berbagai kejadian korupsi dan bentuk penyuapan terhadap penegak hukum membuat masyarakat jenuh dengan pemberantasan korupsi yang seakan membela para koruptor.

"Sepertinya kesabaran rakyat sudah mencapai titik kulminasi, jangan sampai mereka menjadi sasaran DS-DS lainnya. Bisa jadi ini sebuah sanksi sosial yang radikal, rakyat sudah jenuh dengan berbagai berita korupsi dan suap penegak hukum, makanya mereka turun tangan sendiri," kata dia.

Meski tindakan ini dianggap sebagai kekecewaan, bukan berarti tindakan pembacokan ini dibenarkan. Tetapi kejadian ini menjadi penting sebagai shock therapy kepada abdi negara yang melindungi koruptor.

"Sehingga para pejabat akan berpikir ulang untuk korupsi, para penegak hukum berpikir ulang untuk menerima suap. Rakyat sepertinya sudah tidak percaya lagi dengan proses penegakan hukum di negeri ini, bayangin saja hakim penerima suap hanya di vonis dua tahun, atau jalannya persidangan korupsi yang tak ubahnya seperti sinetron," ujarnya. [mvi]
______________
Sumber: Inilah.com

PKS: Transportasi Haji Harus Melalui Lelang Agar Harga dan Pelayanan Lebih Kompetitif

Kementerian Agama (Kemenag) didesak untuk tidak lagi menunjuk langsung pelaksana transportasi jemaah haji. Untuk penyelenggaraan haji tahun 1433 H/2012,  proses pengadaan pesawat haji harus dengan mekanisme pelelangan umum dan mengacu pada Perpres No.54/ tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

"Hal tersebut menyusul laporan KPK ke Komisi VIII yang mendapati sejumlah permasalahan dalam pengadaan pesawat haji selama ini," kata anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdul Hakim, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 1/3).

Selain pengadaan pesawat haji yang tidak melalui proses lelang umum, lanjut Hakim, selama ini Kemenag juga tidak pernah memprediksi biaya haji yang seharusnya dibuat oleh panitia pengadaan transportasi udara Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU). Selama ini pula,  pelayanan pemberangkatan haji dimonopoli oleh PT Garuda Indonesia. Padahal ini bertentangan dengan UU No. 1/2009 tentang Penerbangan yang secara tegas melarang praktek monopoli dalam penyelenggaraan penerbangan.

"Disisi lain, penunjukan langsung untuk pengadaan pesawat haji ini juga bertentangan dengan Perpres No. 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa," kata Hakim yang juga sekretaris Fraksi PKS.

Hakim menambahkan, monopoli pengadaan angkutan jemaah haji oleh Garuda melalui penunjukan langsung oleh Menteri Agama merugikan calon jemaah haji. Dengan penunjukan langsung tanpa proses lelang umum, tarif penerbangan yang harus dibayar jemaah berpotensi lebih mahal karena tidak ada harga pembanding atas pengajuan kontrak penawaran transportasi udara yang selama ini ditunjuk oleh Menag.

"Jika proses pengadaan pesawat pengangkut calon jemaah haji dilakukan melalui proses lelang terbuka,  harga dan pelayanan penerbangan haji akan menjadi lebih  kompetitif," demikian Hakim. [ysa] 
_______________
Sumber: RMOL

Taujih bagi Kader Dakwah di Lembaga Legislatif


Oleh: KH. Hilmi Aminuddin, Lc.

Dakwah di Lingkaran Kekuasaan

Masuk dalam lingkaran kekuasaan adalah bagian penting dari misi dakwah. Allah SWT berfirman:

وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا …. (الأنعام :٩٢)

Inilah Kitab (alquran) yang Kami turunkan; yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya.

Dalam ayat ini disebutkan kalimat Walitundzira ummal qura: ‘agar kamu memberi peringatan kepada ummal qura’. Ummal Qura arti harfiahnya adalah ibukota atau penduduk ibukota. Wa man haulahaa dan sekitar ibukota. Di dalam kitab tafsir disebutkan bahwa ummal qura’ itu haitsu yaskunuu fiihaa al-qadaatul muttaba’uun, dimana tinggal disana para pemimpin yang diikuti. Ini artinya Ibukota adalah pusat kekuasaan, pusat perubahan, dan pusat pengambil keputusan.

Dakwah harus walitundzira ummal quraa’ agar dapat mempengaruhi pusat kekuasaan dan pusat perubahan, serta men-shibghah (mewarnai) pusat-pusat pengambil keputusan. Kenapa mesti demikian? Jawabannya adalah karena Islam menginginkan perubahan yang sistemik bukan perubahan yang parsial dan tambal sulam. Jika kita menjauhi atau bahkan membenci perjuangan dakwah menuju pusat kekuasaan, pusat perubahan dan pusat pengambil keputusan. Kita akan menjadi umat yang termarginalkan, tersisih, tidak berperan, dan tidak diperhitungkan. Umat hanya akan menjadi komoditi nonmigas di saat-saat pemilu dan pilkada, dan tidak menjadi umat yang menentukan perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kondisi seperti ini perubahan sistemik tidak akan terjadi; betapapun rajinnya kita bekerja keras di tengah-tengah kaum fuqoro’ dan masaakin yang termarginalkan itu; betapapun kita kerja keras di tengah-tengah komunitas-komunitas yang tersisihkan. Gerak langkah perjuangan dakwah kita harus mencapai ummal qura’. Sehingga muara alur perjuangan di tengah-tengah rakyat dan di tengah-tengah pusat kekuasaan bertemu. Untuk menghasilkan perubahan dan pembaharuan yang sistemik, yang Insya Allah bermanfaat bagi semua.

Dalam ayat lain surat al-qashash ayat 59, disebutkan hal yang sama:

وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَى حَتَّى يَبْعَثَ فِي أُمِّهَا رَسُولا يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا (القصص :٥٩)

Dan tidak sekali-kali Allah tuhanmu Rabb-Mu membinasakan suatu negeri sehingga di ibukotanya dibangkitkan seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami.

Pengiriman Rasul sudah diakhiri dengan Muhammad SAW, akhirul anbiyaa’ wal mursalin. Tapi misi kerasulan tetap berjalan diwarisi oleh umatnya. Dan mudah-mudahan kita semua diakui oleh Allah SWT sebagai waratsatul anbiyaa ‘ wal mursalin. Yang mengemban risalah Islamiyah. Bukan hanya di tengah-tengah masyarakat, tapi juga fii ummiha. Yatluu ‘alaihim aayaatinaa di pusat-pusat kekuasaan, pusat kekuatan, pusat perubahan dan pusat pengambil keputusan.

Kita –yatluu ‘alaihim aayaatinaa- membacakan ayat-ayat Allah; menyampaikan hidayah Allah, menyampaikan hidayah rasulullah. Sehingga Insya Allah bangsa dan Negara ini bisa berubah secara substantive, bisa berubah secara sistemik.

Kader Dakwah & Lembaga Legislatif

Kader dakwah harus masuk ke lembaga legislatif, walaupun ia tahu isinya macam-macam orang, macam-macam kepentingan, macam-macam ideologi, macam-macam kelakuan. Lembaga ini hendaknya dijadikan laboratorium pengembangan diri kader dakwah untuk menjadi rijalud daulah; menjadi negarawan dan negarawati.

Selain itu, di lembaga legislatif kader dakwah hendaknya mempunyai peran advokasi; membela kepentingan rakyat, kepentingan dakwah, dan kepentingan umat. Mereka harus menjadi payung politik bagi seluruh aktivitas keislaman yang dilakukan oleh jama’ah, partai, ormas, dan yayasan manapun. Jangan pilih-pilih ormas ini – ormas itu, madzhab ini- madzhab itu, kecuali yang disepakati oleh ahli sunnah wal jama’ah sebagai kelompok yang sesat.

Kader dakwah di lembaga legislatif juga memiliki peran sebagai penterjemah. Sebagaimana kita ketahui, aturan-aturan, produk-produk legislative, undang-undang dasar, perundang-undangan, dan perda-perda, biasanya menggunakan kalimat-kalimat umum. Maka disinilah kader dakwah berperan menerjemahkan kalimat-kalimat umum itu untuk kepentingan Islam dan muslimin! Terjemahkanlah untuk kepentingan umat! Terjemahkanlah untuk kepentingan dlu’afa! Para kader dakwah harus menjadi mutarjimun ijaabiyyun (penterjemah positif) dari undang-undang, perda, dan produk-produk legislasi.

Berikutnya, para kader dakwah harus berperan sebagai iron stock dari umat ini. Kita membutuhkan kader-kader negarawan-negarawati yang siap mengelola supra struktur dan infra struktur Negara. Kita butuh kader-kader perjuangan Islam ini di semua level penyelenggara Negara. Para kader dakwah harus menjadi yang paling terdepan.

Terakhir yang harus dicamkan para kader dakwah di lembaga legislatif adalah bahwa mereka memiliki peran investigative. Mata dan telinga mereka harus melihat dan mendengar lebih banyak tentang kehidupan berbangsa dan bernegara dibanding kader dakwah yang berada di luar. Gali inforamasi, kenali sikap, agenda-agenda, juga kemungkinan adanya konspirasi-konspirasi yang akan merusak kehidupan berbangsa dan bernegara; merusak Islam dan muslimin, merusak dakwah atau mengancam dakwah.

Tips Menjadi Pendengar yang Baik bagi Anak

Orang tua harus menjadi pendengar yang baik bagi anaknya. Ketika orang tua memposisikan diri sebagai pendengar yang baik, anak merasa dihargai, dicintai dan tumbuhlah kepercayaan diriya.

Berikut ini adalah 10 tips menjadi pendengar yang baik, yang disarikan dari buku Kaifa Turabbi Abna'aka fi hadzaz Zaman karya Dr. Hassan Syamsi Basya :
  1. Jadilah pendengar aktif, bukan pasif. Maksudnya, libatkan seluruh anggota tubuh Anda. Tinggalkan dulu aktifitas lain seperti membaca koran atau bermain blackberry. Pandang wajah ananda dengan penuh perhatian.
  2. Tampakkan perhatian dan kasih sayang. Meletakkan tangan Anda ke bahunya atau menggenggam tangannya bisa menjadi pilihan Anda.
  3. Perhatikan geraknya dengan baik, termasuk gerak mimik dan pantomimik. Bahasa tubuh anak seringkali mewakili apa yang sulit ia ungkapkan secara verbal. Buat ia yakin bahwa Anda telah paham dan merasakan apa yang ia rasakan.
  4. Cobalah menyimpulkan apa yang ia sampaikan. Ketika ia mengatakan "aku tak mau umi ngulang-ngulang perintah terus" berarti ia merasa tidak dihargai dan dianggap tak paham. "Abi jarang di rumah" mengungkapkan bahwa ia protes kurangnya perhatian.
  5. Duduk atau berjongkoklah agar posisi Anda setara dengannya dan kedekatan psikologis lebih terasa.
  6. Dekaplah ketika ia bersedih atau gelisah, pastikan ia merasa nyaman.
  7. Berilah waktu seluas-luasnya bagi ananda untuk mengungkapkan perasaannya.
  8. Rayulah dengan lembut agar anak mau mau menceritakan isi hatinya.
  9. Hindarilah memberi nasihat ketika anak Anda sedang kesal atau marah.
  10. Dengarkan apapun yang diceritakan anak. Jangan menyela atau memotong pmbicaraannya.

Adab Berkicau di Twitter by Salim A. Fillah

ALhamdulillah… beberapa hari yang lalu ustadz Salim A. Fillah berbagi Adab Twitter (#adabtwitter) yang sangat bermanfaat. Meskipun judulnya #adabtwitter, kulwit tersebut berisi prinsip-prinsip yang juga berlaku di facebook dan media sosial lainnya. Langsung saja kita simak :

Sedang merasa bahwa diri perlu diingatkan soal #PrinsipTwitteran. Mohon perkenan Shalih(in+at) tuk membagi ulang dengan tagar #AdabTwitter;)
  1. Tak congkak kalau difollow, tak kecewa jika di-unfollow, tetap berkebajikan ketika di-block, bersyukur saat kebaikan di-RT. #AdabTwitter
  2. Mericau yang baik: benar isi, indah cara, tepat waktu, bermanfaat, & berpahala. Atau DIAM menyimak, ambil ‘ibrah terbaiknya. #AdabTwitter
  3. Hindari dusta meski sedang bercanda. Hindari debat-perbantahan yang tak lahirkan amal, meski berada di pihak nan benar. #AdabTwitter
  4. Memaafkan khilaf-khilaf sesama, menyuruh senantiasa pada yang baik adanya, mengabaikan yang jahil nan tak berharga. #AdabTwitter
  5. Me-RT hanya nan jelas benar, baik, & bergunanya; sebab cukuplah disebut dusta dia yang katakan segala nan didengarnya. #AdabTwitter
  6. Benci & permusuhan pada orang atau pihak tak boleh hingga lunturkan akhlaq mulia, kesantunan kata, & sikap adil kita. #AdabTwitter
  7. Semua tweeps itu Guru, apapun tweetnya. Bukan sebab mereka pasti bijak. Tapi kitalah yang selalu belajar tuk jadi bestari. #AdabTwitter
  8. Menista & merendahkan pribadi Tweep lain tidaklah menjatuhkannya. Itu hanya menunjukkan kerdil & hinanya diri kita. #AdabTwitter
  9. Menjadi kritis tak sama dengan bersinis ria. Tak bisa bedakan keduanya menyulitkan kita beri sumbangsih pada kebenaran. #AdabTwitter
  10. Balaslah tiap yang menyakitkan dengan yang menyembuhkan. Balaslah tiap yang menjatuhkan dengan yang membangunkan. #AdabTwitter
  11. Sikapi tiap yang menyesatkan dengan cantiknya ungkapan berhidayah. Sikapi tiap yang keliru dengan indahnya berkebenaran. #AdabTwitter
  12. Tanggapi tiap yang mengacau dengan keteraturan. Tanggapi tiap nan mem-BABI-buta dengan 7 basuhan, air & salah 1-nya debu;P #AdabTwitter
  13. Mereka yang suka menghina adalah bukti bahwa dirinya rindu pemuliaan. Berikanlah selayaknya dengan murah hati. #AdabTwitter
  14. Mereka nan suka menghakimi itu tanda bahwa kelak dirinya jadi terdakwa di depan banyak korban. Kasihilah dengan tulus. #AdabTwitter
  15. Reaksi berlebihan ialah tanda bahwa ada luka di hati kita. (Jabat tangan pun menyakitkan bagi yang jarinya bertelusuk). #AdabTwitter
  16. Luka berbahaya ialah luka tersebab mereka nan shalih. Luka itu menuntun kita tak suka pada keshalihan. Segeralah sembuhkan. #AdabTwitter
  17. Jika kita merasa bahwa semua Tweeps punya masalah dengan kita, curigalah bahwa kita inilah masalahnya. Mari berbenah. #AdabTwitter
  18. Jika kita merasa bahwa segala di sekitar gelap, curigalah bahwa kita ini yang dikirim Allah sebagai cahaya. Berkilaulah! #AdabTwitter
  19. Mengeluh pada banyak orang adalah cara mudah tuk mengubah gelap setitik menjadi pekat semesta. Mari bijaksana. #AdabTwitter
  20. Jadikan penyebutan nikmat-nikmatNya dalam tweet kita sebagai inspirasi syukur & kerja keras; bukan riya’ & takjub diri. #AdabTwitter
  21. Doa selalu baik; kala gaibnya mustajab, di hadapannya jadi pujian penuh makna. Saling memanggillah dengan doa. #AdabTwitter
  22. Di tiap gaya, kita ingat bahwa; banyak canda turun wibawa, banyak mengeluh kehormatan jatuh, mudah marah hilanglah ‘izzah. #AdabTwitter
  23. Setiap tweet yang baik itu sedekah. Ia lebih baik dibanding pemberian emas sepenuh bumi nan diikuti ungkitan menyakiti. #AdabTwitter
  24. Setiap keterlibatan dalam ghibah & aib sesama, membuat pahala diambil & dosa si teraib ditambahkan ke buku amal kita. #AdabTwitter
  25. Mungkin ada yang menyebut sok alim, sok suci, sok shalih tersebab tweet kita baik. Bagaimanapun, istiqamahlah. #AdabTwitter
  26. Berceritalah tentang diri, tapi tak perlu banyak-banyak. Karena yang cinta tak memerlukannya, yang benci takkan percaya. #AdabTwitter
  27. Senyum kecil & pujian sederhana mungkin saja membuat hati yang koyak kembali percaya bahwa dia berhak & layak berbuat baik. #AdabTwitter
  28. Menyebut asal tweet saat RT, Co-Pas, & terinspirasi adalah bagian dari penghormatan pada Tweeps lain, & pada nurani kita. #AdabTwitter
  29. Meng-#FF orang shalih yang tweet-nya mencerahkan bisa jadi jasa berbalas surga, seperti Habib An Najjar. (QS 36: 20-27) #AdabTwitter
  30. Jauh lebih mudah mendapat teman dengan tertarik pada mereka, daripada mencoba membuat mereka tertarik pada kita. #AdabTwitter
  31. Menyenangkan semua orang itu melelahkan. Cukuplah tweet kita jadi gambaran bahwa yang kita kehendaki murni baiknya. #AdabTwitter
  32. Bersikap santun jika berada di jalan benar. Sebab orang benar yang tak santun melunturkan hormat insan pada kebenaran. #AdabTwitter
  33. Setiap Follower adalah peluang menjadikan sunnah kebaikan -& keburukan- terus mengilhami dunia sampai kiamat tiba. #AdabTwitter
  34. Tak di-folback bukan berarti kita tak layak. Mungkin perlu waktu sedikit lebih banyak tuk buktikan jiwa yang bijak. #AdabTwitter
  35. Cinta & benci tipis batasnya. Perilaku tweeps sama: menyimak TL yang dicinta/yang dibenci sepenuh hati lalu menanggapi;) #AdabTwitter
  36. Maka antar Tweeps; cintalah sewajarnya & bencilah sewajarnya -sebab hati berbolak-balik sifatnya-, karena Allah semata. #AdabTwitter
  37. Nasehat & tegur tulus yang lebih utama; disampaikan sembunyi & rahasia. Bukan olok umum tuk jatuhkan wibawa & harga diri. #AdabTwitter
  38. Berjualan di Twitter tetaplah mulia. Tapi kita juga ingat bahwa tujuan orang mem-follow kita bukan sekedar tuk belanja. #AdabTwitter
  39. Twitter bisa membuat yang jauh jadi dekat. Tapi tidak selayaknya dia membuat yang dekat jadi jauh. Perhatikanlah. #AdabTwitter
  40. Benar, tepat, baik, santun, & bermanfaatnya tweet akan kita pertanggungjawabkan pada Allah & semua follower kita. #AdabTwitter
  41. Mungkin masih ada kesenjangan akhlaq antara di sini & dunia nyata; jadikan Twitter sarana perbaiki diri lewat budi-bahasa. #AdabTwitter

Demikian Adab Twitter dari Ustadz Salim A. Fillah, semoga menjadikan kita lebih arif dan efektif menggunakan twitter dan media sosial lainnya. Bagi yang belum memfollow Ust. Salim A. Fillah, silahkan follow di @salimafillah.

Wahai Para Istri, Menaati Suami adalah Kunci Surga

Syariat Islam telah mengatur hak suami terhadap istri dengan menaatinya. Istri harus menaati suami dalam segala hal yang tidak berbau maksiat, berusaha memenuhi segala kebutuhannya sehingga membuat suami ridha kepadanya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam sebuah hadits pernah bersabda, “Jika seorang istri melakukan shalat lima waktu, puasa di bulan ramadhan, memelihara kemaluannya dan menaati suaminya, niscaya dia akan memasuki surga Tuhannya.” (HR. Ahmad).

Bahkan dalam hadits lain disebutkan, “Jika aku boleh menyuruh seseorang untuk sujud kepada orang lain, tentu aku akan menyuruh seorang istri untuk sujud kepada suaminya.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam hal bermaksiat kepada Khalik (Sang Pencipta).” (HR. Ahmad).

Oleh karena itu, seorang istri harus menuruti perintah suaminya. Jika suami memanggilnya, maka dia harus menjawab panggilannya. Jika suami melarang sesuatu maka dia harus menjauhinya. Jika suami menasihatinya maka dia harus menerima dengan lapang dada. Jika suami melarang tamu yang datang, baik kerabat dekat maupun jauh, baik dari kalangan mahram ataupun tidak, untuk masuk rumah selama dia bepergian, maka istri wajib mematuhinya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Ketahuilah bahwa kalian mempunyai hak atas istri kalian dan istri kalian juga mempunyai hak atas kalian. Adapun hak kalian atas istri kalian adalah tidak mengizinkan orang yang kalian benci untuk memasuki rumah kalian.” (HR. At-Tirmidzi)

Istri Yang Taat
Istri yang taat adalah istri yang mengetahui kewajibannya dalam agama untuk mematuhi suaminya dan menyadari sepenuh hati betapa pentingnya mematuhi suami. Istri harus selalu menaati suaminya pada hal-hal yang berguna dan bermanfaat, hingga menciptakan rasa aman dan kasih sayang dalam keluarga agar perahu kehidupan mereka berlayar dengan baik dan jauh dari ombak yang membuatnya bergocang begitu hebat. Sebaliknya, Islam telah memberikan hak seorang wanita secara penuh atas suaminya, di mana Islam memerintahkannya untuk menghormati istrinya, memenuhi hak-haknya dan menciptakan kehidupan yang layak baginya sehingga istrinya patuh dan cinta kepadanya.

Kewajiban menataati suami yang telah ditetapkan agama Islam kepada istri tidak lain karena tanggung jawab suami yang begitu besar, sebab suami adalah pemimpin dalam rumah tangganya dan dia bertanggungjawab atas apa yang menjadi tanggungannya. Di samping itu, karena suami sangat ditekankan untuk mempunyai pandangan yang jauh ke depan dan berwawasan luas, sehingga suami dapat mengetahui hal-hal yang tidak diketahui istri berdasarkan pengalaman dan keahliannya di bidang tertentu.

Istri yang bijaksana adalah istri yang mematuhi suaminya, melaksanakan perintahnya, serta mendengar dan menghormati pendapat dan nasihatnya dengan penuh perhatian. Jika dia melihat bahwa di dalam pendapat suaminya terdapat kesalahan maka dia berusaha untuk membuka dialog dengan suaminya, lalu menyebutkan kesalahannya dengan lembut dan rendah hati. Sikap tenang dan lembut bak sihir yang dapat melunakkan hati seseorang.

Ketaatan kepada suami mungkin memberatkan seorang istri. Seberapa banyak istri mempersiapkan dirinya untuk mematuhi suaminya dan bersikap ikhlas dalam menjalankannya maka sebanyak itulah pahala yang akan didapatkannya, karena seperti yang dikatakan oleh para ulama salaf, “Balasan itu berbanding lurus dengan amal yang dilakukan seseorang.” Tidak diragukan bahwa istri bisa memetik banyak pahala selain taat kepada suami seperti shalat, puasa, zakat, haji dan lainnya, namun pahala yang didapatkannya tidak sempurna jika tidak mendapatkan pahala dalam menaati suaminya, menyenangkan hatinya dan tidak melakukan sesuatu yang tidak disukainya.

Anda mungkin menemukan benih-benih kesombongan mulai merasuki istri anda, maka ketika itu hendaklah anda berlapang dada kemudian menasihatinya dengan sepenuh hati. Layaknya sebuah perusahaan, pernikahan juga akan mengalami ancaman serius berupa perselisihan dan sengketa antara individu yang ada di dalamnya. Suami adalah pelindung keluarga berdasarkan perintah Allah kepadanya, maka dialah yang bertanggungjawab dalam hal ini. Sebab, keluarga adalah pemerintahan terkecil, dan suamilah rajanya, sehingga dia wajib dipatuhi. Allah Ta’ala telah berfirman, “Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya.” (QS. An-Nisaa` [4] : 31)

Batas-batas ketaatan
Kewajiban istri untuk menaati suaminya bukan bukan ketaatan tanpa batasan, melainkan ketaatan seorang istri yang shalih untuk suami yang baik dan shalih, suami yang dipercayai kepribadiannya dan keikhlasannya serta diyakini kebaikan dalam tindakannya. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Tidak ada ketaatan dalam hal berbuat maksiat akan tetapi ketaatan adalah pada hal-hal yang baik.” (HR. Al-Bukhari, Muslim dan Abu Daud). Ketaatan istri ini harus dibarengi oleh sikap suami yang suka berkonsultasi dan meminta masukan dari istrinya sehingga memperkuat ikatan batin dalam keluarga. Konsultasi antara suami dan istri pada semua hal yang berhubungan dengan urusan keluarga merupakan sebuah keharusan, bahkan hal-hal yang harus dilakukan suami untuk banyak orang. Tidak ada penasehat yang handal melebihi istri yang tulus dan mempunyai banyak ide cemerlang untuk suaminya. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam suka berkonsultasi dengan istri-istrinya dan mengambil pendapat mereka dalam beberapa hal penting.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah berskonsultasi kepada istrinya, Ummu Salamah pada kondisi yang sangat penting di kala para shahabat enggan menyembelih unta dan mencukur rambutnya. Ketika itu Ummu Salamah meminta Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk melakukannya terlebih dahulu dan tidak berbicara kepada siapapun. Demi melihat hal itu, para shahabat pun melakukannya. Sungguh pendapat Ummu Salamah sangat brilliant!

Akhirnya, kita dapat memahami bahwa Islam telah mengatur hak-hak suami-istri. Jika masing-masing pasangan melaksanakannnya dengan cara terbaik tentu kehidupan rumah tangga akan bahagia, namun jika hak tersebut disalahgunakan dan tidak dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka hal itu dapat menggagalkan sebuah ikatan perkawinan. Intinya adalah mengikuti Al-Qur`an dan hadits dalam menjalankan bahtera pernikahan sehingga tercipta keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Amiin.

Penulis : Yum Roni Askosendra

PKS Akan Prioritaskan Capres Internal

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak terpengaruh hasil survei calon presiden (capres). Kendati tak ada kadernya yang memiliki tingkat keterpilihan signifikan, partai tersebut tetap memprioritaskan calon internal.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS Mahfudz Siddiq mengungkapkan, soal wacana pencapresan dari kader internal, hingga saat ini partainya belum berubah sebagaimana keputusan musyawarah nasional (munas) 2010. "PKS mengutamakan kader-kader internal PKS untuk maju," ujar dia di gedung parlemen, Jakarta, kemarin (24/2).

Menurut politikus yang menjabat ketua komisi I itu, ada beberapa nama dari internal PKS yang saat ini berpotensi diusung. Nama-nama seperti Luthfi Hasan Ishaaq, Anis Matta, dan politikus senior Hidayat Nur Wahid dinilai layak untuk maju sebagai capres. Sosok Hidayat Nur Wahid sendiri sudah menunjukkan popularitas meski masih minim.

"Ada beberapa nama yang memang tingkat popularitas dan elektabilitasnya masih kalah dengan beberapa tokoh lain," ujar Mahfudz.

Dengan posisi itu, PKS melihat masih ada peluang untuk menaikkan popularitas capres PKS yang berasal dari kader internal. Dia memaparkan, hal itu akan menjadi agenda PKS demi mendongkrak popularitas tokoh internal sehingga terangkat di survei. "Di satu sisi meningkatkan elektabilitas partai, yang kedua meningkatkan popularitas tokohnya," ujarnya.

Salah satu upaya PKS saat ini, tambah dia, adalah meningkatkan popularitas tokoh di tingkat daerah. Sebab, road show para pimpinan daerah itu diprediksi mampu meningkatkan elektabilitas PKS nanti. "Road show pimpinan daerah lebih sering daripada peningkatan popularitas tingkat nasional," papar dia.

Diharapkan, pendekatan melalui tokoh daerah itu bisa menaikkan elektabilitas PKS, terutama untuk pemilu legislatif. Hasil pemilu itu nanti bisa menjadi modal untuk pencapresan PKS. "Kami berharap peningkatan popularitas daerah bisa mendongkrak elektabilitas PKS," terang dia. (bay/c11/tof)

Sumber: JPNN

Tegas dan Lugas, PKS Tolak Kenaikan Harga BBM

RMOL. Partai Keadilan Sijahterah (PKS) tetap menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak.

"Fraksi PKS bertahan pada penolakan. Ini masalah manajeman fisikal saja. Jangan sekarang mau dialihkan kepada masyarakat," Sekjen DPP PKS Anis Matta kepada wartawan di gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (29/2).

Menurut Anis, masih banyak opsi yang bisa dilakukan pemerintah selain menaikkan BBM. Dia mengusulkan ada 2 hal pilihan yang tepat untuk pemerintah.

Yaitu, pertama hentikan pemborosan yang tidak efektif dan efesien. "DPR saja bisa menghentikan pembangunan gedung," ujarnya.

Kedua, pemerintah menghentikan dan jangan melakukan pembocoran anggaran. "Pemerintah harus menyikapi dengan tegas adanya kebocoran anggaran," tambah Wakil Ketua DPR ini. [zul]

Sumber: RakyatMerdekaOnline

Partai Koruptor versi KOMPAS. Bagaimana dengan PKS?

JAKARTA, KOMPAS.com — Praktik korupsi di lembaga legislatif saat ini ditengarai semakin ganas. Politisi instan juga semakin banyak. Perbaikan partai politik, terutama terkait transparansi keuangan partai dan pengukuran kinerja kadernya, menjadi jalan utama memperbaiki kondisi Dewan Perwakilan Rakyat.

Kondisi itu mengemuka dalam diskusi tentang DPR yang terbelit korupsi di Redaksi Kompas, Jakarta, Selasa (28/2/2012). Diskusi dipandu Teten Masduki dari Transparency International Indonesia. Narasumber yang tampil adalah Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Agus Santoso, Haryatmoko (ahli etika dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta), Akhiar Salmi (ahli hukum pidana korupsi dari Universitas Indonesia, Jakarta), Sebastian Salang (Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia), dan anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPR, Eva Kusuma Sundari.

Narasumber dan pemandu sepakat, perilaku koruptif yang ganas di DPR itu terungkap jelas di media massa, dengan banyaknya anggota Dewan yang terjerat kasus korupsi. Semakin banyak dan beragam pula kasus korupsi yang terungkap di DPR.

Becermin dari kasus korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang, Teten menilai, korupsi di DPR sudah amat memprihatinkan. Dari kasus itu terlihat, anggota DPR ikut mengatur pelaksanaan proyek di kementerian atau lembaga dan kemudian mendapatkan uang dari kegiatan itu.

Korupsi di DPR, kata Sebastian, sekarang dilakukan dengan memborong berbagai proyek di APBN. Sejumlah calo memberikan uang kepada pejabat di kementerian atau lembaga untuk mendapatkan sejumlah proyek. Uang itu juga diberikan kepada sejumlah anggota DPR agar mereka menyetujui sejumlah proyek. Dalam kondisi ini, lelang hanya menjadi formalitas.(ANA/NWO/FAJ/TRA)

Sumber data: Litbang Kompas/BIP/UMI, disarikan dari pemberitaan Kompas. 
Sumber berita: KOMPAS
 
© Copyright PKS Kabupaten Madiun 2012 | Designed by Abuarsyad.